•  
  • ALCoB Indonesia
Kamis, 29 Desember 2011 - 21:08:49 WIB
Pengembangan ALCoB Sulawesi Selatan
Diposting oleh : Taufik N. Syah
Kategori: Pengembangan - Dibaca: 74 kali

LAHIRNYA WEBMASTER SEKOLAH DARI  KOTA DAENG . . . .”

 

Salah satu bentuk pelayanan prima pendidikan adalah dengan menyediakan program ICT Based School Management dan ICT Based Learning Management atau pengelolaan Sekolah dan Pengelolaan Pembelajaran berbasis TIK (Pendekatan Penerapan ICT di Sekolah). Namun, pada kenyataannya belum seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan pengelolaan sekolah dan pengelolaan pembelajaran berbasis TIK. Hal ini disebabkan karena peluang untuk mendapatkan aplikasi pengelolaan sekolah dan pengelolaan pembelajaran secara murah dan mudah sangatlah terbatas, ditambah lagi dengan kesenjangan sumber daya, baik kualitas maupun kuantitas dalam pelaksanaan pengelolaannya.

 Pemerintah dalam hal ini Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemdikbud) melalui berbagai program kegiatannya, telah memfasilitasi satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan dalam hal penyediaan wadah guna pelaksanaan layanan pendidikan berbasis TIK. Dengan telah dibuat Content Management System (CMS) Balitbang sebagai salah satu bentuk ICT Based School Management sekaligus ICT Based Learning Management, diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada satuan pendidikan untuk meningkatkan layanan pendidikan secara berkelanjutan dan terkini. Bukan hanya itu saja Balitbang Kemdikbud melalui kegiatan “Pembinaan dan Pengembangan ALCoB” dalam rangka menindaklanjuti program APEC HRD Working Group di mana Balitbang Kemdikbud sebagai Koordinator ALCoB Indonesia juga memfasilitasi tenaga pendidik di beberapa propinsi di Indonesia untuk guru-guru dari berbagai satuan pendidikan untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan wadah pengelolaan bahan pembelajaran dalam bentuk “Pelatihan Pembuatan Website Sekolah” dengan CMS Balitbang.

 Peserta kegiatan ini berjumlah 25 orang, terdiri atas tenaga pendidik / guru yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan, yakni Kab. Pangkep, Kota Palopo, Kab. Sinjai, Kota Pare-pare, Kab. Luwu, Kab. Luwu Utara, Kab. Selayar, Kab. Bantaeng, Kota Makassar, Kab. Wajo, Kab. Soppeng dan Kab. Sinjai Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dari tanggal 22 s.d.26 November 2011, dan bertempat di Hotel Singgasana Makassar.  Penyelenggaraan kegiatan ini difasilitasi oleh Balitbang Kemdikbud, yang disertai oleh 2 orang instruktur dan tim pengembang CMS Balitbang, yakni Taufik N.Syah dan Saga Saputra.

 Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan. Pada prinsipnya beliau mendukung penuh kegiatan positif ini dengan kebijakan tentang pemanfaatan TIK untuk layanan pendidikan formal. Pelaksanaan pre-test mengawali kegiatan pada hari pertama setelah pembukaan, yang ditujukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dasar para peserta (trainees) dalam memanfaatkan TIK dan mengukur sejauh mana pengetahuan mereka tentang ALCoB (APEC Learning Community Builders). Acara dilanjutkan dengan sosialisasi ALCoB hingga peserta terhubung dengan website  www.alcobindonesia.org, untuk bergabung dalam komunitas ALCoB Indonesia secara online.

 Dengan metode presentasi, diskusi kelompok dan tanya jawab ditambah suasana kegiatan yang bersifat kekeluargaan, sehingga peserta merasa sangat nyaman dan senang mengikuti kegatan ini. Dengan demikian, terjadi percepatan proses interaksi dan diseminasi materi pelatihan, sehingga 100% peserta berhasil menyelesaikan website mereka pada waktu yang telah disepakati, dengan hasil yang memuaskan. Terbukti seluruh peserta telah benar-benar siap berkompetisi mempresentasikan website masing-masing di hadapan seluruh peserta dan instruktur serta penyelenggara kegiatan. Sebagaimana telah diagendakan bahwa dari 25 peserta akan dipilih 3 peserta terbaik dan berdasarkan penilaian para instruktur dan panitia diperoleh 3 peserta terbaik, yaitu:

1.     Terbaik I: SMKN 1 Palopo (Muh. Rum Rahman, S.Pd.);

2.     Terbaik II: SMK Pritidina Makassar (Basman Tompo, M.Pd.); dan

3.     Terbaik III: SMAN 1 Makassar (Besse Wahyuni, S.Pd)..

           

Diharapkan dengan terpublikasikan website sekolah mereka, dapat dimulai berbagai proses interaksi, diseminasi, transaksi, kolaborasi dan transformasi pengetahuan (knowledge),  sehingga seluruh konten yang terdapat dalam CMS dan LMS sekolah dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan di manapun, yang pada gilirannya dapat meningkatkan layanan pendidikan dalam pengelolaan sekolah dan pengelolaan pembelajaran berbasis ICT atau berbasis web. Muaranya tentu saja adalah peningkatan mutu lulusan yang kompeten. Selamat untuk seluruh peserta pelatihan yang website sekolahnya telah online.

 

 

Kontributor: DRPN

Editor: LY



1 Komentar :

Muhammad Yusuf
30 Desember 2011 - 07:11:32 WIB

Selamat kepada ketiga orang jawara Alcob Sul-Sel, semoga tetap semangat dan konsist menyebarkan ilmunya kepada kita2 yang masih harus belajar banyak untuk pengembangan web sekolah. Jangan bosan berkontribusi di group ya!

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)