Munculnya 25 Orang Master Web di Nusa Tenggara Barat
Diposting oleh : Dody Firmansyah
Kategori: Pelatihan - Dibaca: 382 kali

Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi saksi lahirnya 25 orang master web yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat. Antusias peserta yang mendaftar melalui formulir online, juga menjadi saksi betapa keinginan besar para guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan mata pelajaran yang diampu untuk mendapatkan ilmu menjadi seorang master web.
Acara yang berlangsung dari tanggal 30 Mei - 3 Juni 2011 ini diselenggarakan di Hotel Jayakarta, Lombok. Diawali dengan pembukaan dengan laporan panitia dari Balitbang Kemdiknas oleh Sdr. Oky Adrian, kemudian sambutan Sekretaris Balitbang yang diwakili oleh Kasubag Kerjasama, Bagian Hukum dan Kepegawaian Balitbang Kemdiknas, Ibu Lestyani Yuniarsih. Dalam sambutan Sekretaris Balitbang Kemdiknas disampaikan bahwa kita harus memahami tentang pendayagunaan TIK untuk kepentingan layanan pendidikan yang hingga saat ini masih mengalami kendala elementer, yaitu keterbatasan kecakapan guru dalam memanfaatkan TI. Oleh karena itu, reformasi pembelajaran (school reform) harus diikuti secara simultan dan berkesenimbungan dengan proses reformasi pendidikan (education reform). Terdapat 4 komponen pokok yang harus bersinergi dalam implementasi reformasi pembelajaran, yaitu:
- Pemerintah, harus memiliki political will yang kuat dalam bentuk penerbitan regulasi yang mengatur kewenangan maupun dukungan sumber daya.
- Sekolah, harus memiliki visi, misi yang terukur dan mampu menjadi energyzer bagi warga sekolah sekaligus budaya sekolah.
- Guru, harus memiliki keteguhan untuk terus menerus mengembangkan potensi diri dan mampu menempatkan diri secara profesional sebagai manajer pembelajaran bagi siswa di sekolah.
- Eksternal, harus memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembiayaan, pengendalian dan pengawasan yang konstruktif terhadap pembangunan sekolah.
Demikian juga revolusi digital telah memicu munculnya pemikiran ulang terhadap metode pembelajaran termasuk pemikiran reformasi sistem pendidikan. Dua aspek penting gerakan pembaharuan pendidikan yang harus diapresiasi serius adalah:
- Pembaharuan terhadap esensi, materi dan metode pembelajaran; dan
- Pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang strategi pembelajaran.
Selain itu, Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, dituntut turut serta dalam upaya peningkatan kemakmuran dan peningkatan pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu upaya tersebut terwadahi dalam APEC Learning Community Builders (ALCoB) dan Balitbang Kemdiknas sebagai koordinator APEC Human Resources Working Group (HRD-WG) senantiasa meningkatkan kemampuan pendidik sebagai komunitas pemerhati pendidikan di bidang TIK.
Setelah sambutan Sekretris Balitbang, kemudian acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Drs. H. Lalu Syafii, MM.
Setelah pembukaan, kemudian acara dilanjutkan dengan pengenalan APEC dan ALCoB oleh Ibu Lestyani yang mengundang antusias dan keingintahuan peserta. Mengingat materi yang diberikan cukup banyak, sedangkan waktu pelatihan hanya 5 hari, oleh karenanya acara diagendakan hingga malam hari. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi-materi pembuatan website dengan menggunakan CMS Balitbang kepada peserta secara terus menerus dari pagi hingga malam selama 5 hari oleh 2 instruktur, yaitu Bapak Siswanto (SMA Negeri 10 Malang) dan Bapak Yulianto Sri Utomo, yang sering dipanggil pak Tommy (SMPN 4 Pakem, Sleman). Kedua instruktur tersebut adalah termasuk 9 pengembang CMS Balitbang.
Selain acara inti, peserta juga diberikan materi yang berkaitan dengan penelitian. Untuk materi ini disampaikan oleh Ir. Hendarman, M.Sc. Ph.D., Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Balitbang Kemdiknas, selaku Koordinator Program ALCoB Indonesia, dengan paparan berjudul Peluang Penelitian untuk Guru. Di awal presentasinya, peserta diberi motivasi bahwa pada dasarnya guru juga dapat melakukan penelitian tanpa harus membuat judul yang lebih besar. Hal tersebut dapat dimulai dari sesuatu yang kecil, misalnya dapat diawali dari proses belajar mengajar (melalui proses PTK - Peneltiian Tindakan Kelas). Beliau juga berharap ada guru yang dapat mengikutsertakan hasil penelitiannya dalam Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan Tahun 2011 yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Balitbang Kemdiknas pada tanggal 20 - 22 September 2011 di Denpasar, Bali.
25 orang peserta acara ini terdiri dari 20 orang pria dan 5 orang wanita yang merupakan hasil seleksi online dari 95 orang yang mendaftar melalui situs http://www.kajianwebsite.org . Para peserta tersebut terdiri dari 2 orang dari SD, 1 orang dari MI, 5 orang dari SMP, 1 orang dari MTs, 7 orang dari SMA, 2 orang dari MA, dan 7 orang dari SMK. Mendekati hari terakhir pelatihan, diadakan seleksi peserta terbaik dari hasil karyanya dalam bentuk wesbite sekolah yang mereka kerjakan. Hasil dari peserta terbaik adalah:
- Bayu Pandu Wibisono, SMKN 3 Mataram (www.smkn3mataram.sch.id)
- Moh. Subiardi, SMKN 1 Sakra Lombok Timur (www.smkn1sakra.sch.id)
- Pena Riadien, SMPN 13 Mataram (www.smpn13mataram.sch.id)
- Antonius D.C. Baria, SDK St. Antonius Cakranegara
- Jaka Tidar Pras Arjana, SMAN 4 Olah Raga Sumbawa Besar
Dalam kesempatan ini, peserta diberikan reward berupa buku yang relevan dengan materi ini, yang dimaksudkan untuk menambah referensi untuk mendukung pengembangan wesbite mereka, dan untuk memotivasi peserta untuk gemar membaca, sehingga tidak hanya terpaku pada satu sumber saja. Di antara 5 peserta terbaik tersebut, 2 di antaranya yaitu peserta terbaik ke-4 dan ke-5 mendapatkan buku yang berjudul Panduan Praktis Membuat Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi Informasi yang disusun oleh Bapak Siswanto (instruktur).
Acara ini dapat berlangsung dengan sukses, tidak lain karena dukungan penuh pihak Balai Pengembangan Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (BPTKP) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melihat antusias peserta dan dukungan dari pihak pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat, NTB akan menjadi salah satu kandidat untuk penyelenggaran ALCoB Internet Volunteer pada tahun 2012 nanti. Sampai jumpa pada AIV 2012... Semoga..!!
------
Galeri foto: http://alcobindonesia.org/album-10.html
Kontributor: Oky Adrian (oky.adrian@kemdiknas.go.id)
Penyunting: Lestyani Yuniarsih (lestyani.yuniarsih@kemdiknas.go.id)

- AIV 2011 Workshop: Creative Game Development as a PBL Based STEAM Education
- Workshop ALCoB Internet Volunteer 2011
- Laskar ALCoB Tuanku Tambusai dari Bumi Lancang Kuning
- Kalimantan Barat Lahirkan 25 Trainer Website Sekolah
- 25 orang Master Web Sekolah lahir di Batam
purays
23 Agustus 2011 - 09:53:59 WIB
pelatihan ini benar-benar menghasilkan webmaster hebat, buktikan aja pada web sekolah masing-masing
Hendri Agung M
23 Agustus 2011 - 11:05:30 WIB
Terima kasih Alcob..... atas jasa dan karyamu... kami bisa..!!
Kaka MbOb
23 Agustus 2011 - 12:33:32 WIB
thanx ALCoB Community..... ats kesempatan yg d berikan.... and thax ma tmn2 ats kbrsamaan slm ini...
blogger nusantara blogpreneur indonesia
13 Oktober 2011 - 17:10:05 WIB
Sangat menarik sekali....
Isi Komentar :










Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online